PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT BINA NUSANTARA

Cari Blog Ini

Kits Lerning Center Of Bina Nusantara

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. Menyelenggarakan Pendidikan Kesetaraan Paket C dan Ujian Nasional Berizajah Negara.

Kantor BINUSA

Comunity Learning Center Bina Nusantara Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu.

Upgrading Mentor BINUSA

Smart Solution For Student.

Literasi PKBM BINUSA

Education For All. Comunity Learning Center. Bina Nusantara.

Outbound PT.Pangkatan Bersama ALam Binusa

Education For All. Comunity Learning Center. Bina Nusantara.

Outbound PT.Pangkatan Bersama ALam Binusa

Education For All. Comunity Learning Center. Bina Nusantara.

Outbound PT.Pangkatan Bersama ALam Binusa

Education For All. Comunity Learning Center. Bina Nusantara.

Outbound PT.Pangkatan Bersama ALam Binusa

Education For All. Comunity Learning Center. Bina Nusantara.

Outbound PT.Pangkatan Bersama ALam Binusa

Education For All. Comunity Learning Center. Bina Nusantara.

Outbound PT.Pangkatan Bersama ALam Binusa

Education For All. Comunity Learning Center. Bina Nusantara.

Outbound PT.Pangkatan Bersama ALam Binusa

Education For All. Comunity Learning Center. Bina Nusantara.

Outbound KB REFAH Team Buiding Bersama ALam Binusa

Education For All. Comunity Learning Center. Bina Nusantara.

Outbound dan Family Gathering KB REFAH Bersama ALam Binusa

Education For All. Comunity Learning Center. Bina Nusantara.

Outbound KB REFAH Bersama ALam Binusa Kehutanan

Education For All. Comunity Learning Center. Bina Nusantara.

Monday, 7 January 2019

Kurikulum Tingkat Satuan PAUD 2013

CONTOH KURIKULUM TK (KTSP TK)

BAB  I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

Perubahan paradigma penyelenggaraan pendidikan dari sentralisasi ke desentralisasi mendorong terjadinya perubahan dan pembaharuan pada beberapa aspek pendidikan, termasuk pemikiran baru, sehingga mengalami perubahan-perubahan kebijakan.

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan pendidikan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang di gunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran.

Untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 36 ayat 2 ditegaskan bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik. Atas dasar pemikiran itu maka dikembangkanlah apa yang dinamakan dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah kurikulum operasional yang di susun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Sesuai dengan amanat Peraturan PemerintahRepublik Indonesia nomor 19 tahun 2005, bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada jenjang sekolah dasar dan menengah mengacu pada standart isi dan standart kompetensi lulusan serta berpedoman pada panduan dari Badan Standar Nasional Pendidikan.

Kurikulum tingkat satuan pendidikan taman kanak-kanak PAUD Jateng ini sebenarnya dikembangkan sebagai perwujudan dari kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Kurikulum ini di susun oleh satu tim penyusun yang terdiri atas unsur kepala sekolah dan komite sekolah dengan pendampingan oleh narasumber dari PUSKUR serta tim pengembang kurikulum di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan Kota Semarang.

Didalam pengembangan dan penyususunan kurikulum ini di dasarkan pada beberapa prinsip, agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Prinsip-prinsip dalam pengembangan tersebut diantaranya adalah :
a.         Berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak.
b.        Berorintasi pada kebutuhan anak.
c.         Bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain.
d.        Menggunakan pendekatan tematik.
e.         Kreatif dan inovatif.
f.         Lingkungan kondusif.
g.        Mengembangkan kecakapan hidup.
  Adapun struktur kurikulum dan muatan yang ada di dalamnya adalah sebagai berikut:
a.         Struktur kurikulum.
b.        Muatan kurikulum terdiri dari:
       1. Bidang pengembangan terdiri dari pembiasaan dan kemampuan dasar.
       2. Muatan lokal
       3. Kegiatan pengembangan diri.
       4. Pengaturan beban belajar.
       5. Ketuntasan belajar.
       6. Kenaikan kelas.
       7. Kelulusan
       8. Pendidikan kecakapan hidup
       9. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.
     10. Silabus.

Seperangkat kurikulum itu pada dasarnya akan dapat tercapai apabila dalam proses pembelajaran itu berlangsung secara baik. Pembelajaran baik itu di luar kelas maupun di dalam kelas hendaknya berlangsung secara efektif dan efisien yang mampu membangkitkan aktifitas dan kreatifitas anak, mendidik, mencerdaskan,dan demokratis.

Dengan semangat seperti itulah kurikulum ini akan menjadi pedoman yang dinamis bagi penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di taman kanak-kanak PAUD Jateng Kota Semarang.

B.     LANDASAN

Didalam penyususunan kurikulum tingkat satuan pendidikan di taman kanak-kanak PAUD Jateng adalah sebagai berikut:
1.        Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional.
a.         Pasal 28 ayat ( 1 ), ( 2 ), ( 3 ), ( 4 ), ( 5 ), ( 6 ), tentang Pendidikan Anak Usia Dini.
b.        Tentang KTSP Di atur dalam Undang-undang no :
c.         Pasal 1 ayat 19.
d.        Pasal 18 ayat  ( 1 ), ( 2 ), ( 3 ), ( 4 ).
e.         Pasal 32 ayat  ( 1 ), ( 2 ), ( 3 ),
f.         Pasal 35 ayat ( 2 ).
g.        Pasal 36 ayat ( 1 ), ( 2 ), ( 3 ),  ( 4 ).
h.        Pasal 37 ayat ( 1 ), ( 2 ), ( 3 ).Pasal 38 ayat ( 1 ), ( 2 )
2.        Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 19 tahun 2005 tentang Standart Nasional Pendidikan ( SNP ). Ketentuan di dalam PP nomor 19/ 2005 yang mengatur KTSP adalah :
a.         Pasal 1 ayat ( 5 ), ( 13 ), ( 14 ), ( 15 ).
b.        Pasal 5 ayat ( 1 ), ( 2 ).
c.         Pasal 6 ayat  ( 6 )
d.        Pasal 7 ayat ( 1 ), ( 2 ), ( 3 ), ( 4 ), ( 5 ), ( 6 ), ( 7 ), ( 8 )
e.         Pasal 8 ayat ( 1 ), ( 2 ), ( 3 )
f.         Pasal 10 ayat  ( 1 ), ( 2 ), ( 3 )
g.        Pasal 11 ayat ( 1 ), ( 2 ), ( 3 ), ( 4 )
h.        Pasal 13 ayat  ( 1 ), ( 2 ), ( 3 ), ( 4 )
i.          Pasal 14 ayat ( 1 ), ( 2 ), ( 3 ).
j.          Pasal 16 ayat ( 1), ( 2 ), ( 3 ), ( 4 ), ( 5 ), ( 6 ).
k.        Pasal 17 ayat ( 1 ), ( 2 ).
l.          Pasal 18 ayat ( 1 ), ( 2 ), ( 3 ).
3.        Kepmendiknas nomor 22 tahun 2006 tentang Standart Isi, yang mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Yang termasuk di dalamnya adalah:
a.         Kerangka dasar dan struktur kurikulum.
b.        Standart kompetensi ( SK ).
c.         Kompetensi Dasar ( KD ) setiap mata pelajaran pada semester dari setiap jenis dan jenjang pendidikan dasar dan menengah.
4.        Peraturan Menteri Pendidikan Nasional ( Permendiknas ) nomor 23 tahun 2006 tentang Standart Kompetensi Kelulusan ( SKL ). SKL merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan ketrampilan sebagaimana yang di tetapkan dengan kepmendiknas nomor 23/2006.
5.        SK Kepala sekolah nomor 800/01/403.101.15/TK/ 2009 tentang Tim Penyusun KTSP. KTSP Perlu segera di revisi dengan harapan satuan pendidikan Taman Kanak-kanak PAUD Jateng, menyesuaikan kurikulum sebagai acuan pelaksanaan kegiatan di sekolah. Hal ini mengingat adanya perubahan beban belajar, standart kompetensi dasar, serta standart kelulusan yang sudah di berlakukan dan dapat dilakukan sejak tahun pelajaran 2009/2010 pada semua pendidikan Taman kanak-kanak dan perlu penyempurnaan dengan harapan kurikulum Taman Kanak-kanak PAUD Jateng ini bisa digunakan untuk meningkatkan mutu pembelajaran secara maksimal.

C.    TUJUAN PENGEMBANGAN KTSP

Tujuan pengembangan KTSP ini untuk memberikan acuan kepada Kepala Sekolah, guru Dan tenaga kependidikan lainnya yang ada di sekolah dalam mengembangkan program-program yang akan di laksanakan. Selain itu, disusun antara lain agar dapat memberikan kesempatan peserta didik untuk:
a.         Belajar untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b.        Belajar untuk memahami dan menghayati
c.         Belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif.
d.        Belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain.
e.         Belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif dan menyenangkan.

D. PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

KTSP dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan  atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan TK dan SD, dan propinsi untuk pendidikan menengah.

Pengembangan KTSP mengacu pada Standart Isi dan Standart Kompetensi Kelulusan ( SKL ), Dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP, serta memperhatikan pengembangan komite sekolah.

KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1.        Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik di   lingkungannya.
Kurikulum yang dikembangkan di Taman Kanak-kanak PAUD JAteng berdasarkan pada prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik di sesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik..    

2.        Beragam dan terpadu.
Kurikulum di kembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak deskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial, ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi subtansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta di susun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antar subtansi.

3.        Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, tehnologi dan seni.
Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, tehnologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, tehnologi dan seni.

4.        Relevansi dengan kebutuhan kehidupan.
Pengembangankurikulumilakukan dengan melibatkanpemangkukepentingan(stakeholder)untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, Termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh Karena itu, pengembangan ketrampilan pribadi, ketrampilan berpikir, ketrampilan sosial Ketrampilan akademik, dan ketrampilan vokasional merupakan keniscayaan.

5.        Menyeluruh dan berkesinambungan.
Subtansikurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajiankeilmuandanmatapelajaranyang direncanakan dan di sajikan secaraberkesinambunganantarsemua jenjang pendidikan.
6.        Belajar sepanjang hayat
Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, non formal, dan in formal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.

7.        Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
Kurikulum di kembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memperdayakan  sejalan dengan motto Bhinneka Tunggal Ika dalam kerangka Negara kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ).




BAB  II
TUJUAN PENDIDIKAN

A.    TUJUAN PENDIDIKAN TAMAN KANAK-KANAK.

Tujuan Pendidikan Taman kanak-kanak adalah membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis maupun fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial emosional, kognitif, bahasa, fisik/motorik, kemamdirian dan seni untuk mempersiapkan anak memasuki pendidikan dasar.

B.     VISI TAMAN KANAK-KANAK PAUD JATENG. 
Visi adalah wawasan yang menjadi sunber arahan bagi sekolah dan digunakan untuk memandu perumusan tujuan sekolah. Adapun visi dari kami adalah sebagai berikut:
”MENYIAPKAN GENERASI YANG BERIMAN DAN BERTAQWA, BERBUDI PEKERTI LUHUR, PRIMA DALAM KWALITAS, UNGGUL DALAM PRESTASI DAN SANTUN DALAM BERBUDAYA”.

C.    MISI TAMAN KANAK-KANAK PAUD JATENG

Misi adalah tindakan untuk merealisasikan VISI, tindakan untuk memenuhi kebutuhan stakeholder ( semua kelompok kepentingan yang terkait dengan sekolah. Dengan misi yang tertuang di bawah ini diharapkan dapat mewujudkan tujuan pendidikan di taman kanak-kanak PAUD Jateng yang di antaranya adalah:
1.        Mewujudkan pembelajaran efektif  yang dapat menciptakan keseimbangan antara kemampuan intelektual ( IQ ), kematangan emosional ( EQ ) dan peningkatan iman dan taqwa ( SQ ).
2.        Menerapkan PAIKEM ( pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif   dan menyenangkan ).
3.        Mewujudkan lingkungan sekolah yang nyaman (Green School) dengan menciptakan 7 K (Keamanan, Ketertiban, Kebersihan, Keindahan, Kekeluargaan dan Kesehatan).
4.        Meletakkan dasar-dasar yang kuat bagi anak didik akan kemandirian, pengenalan terhadap kebudayaan dan peradapan serta memupuk jiwa kompetitif dengan orang lain.

D.    TUJUAN SEKOLAH

Tujuan dari taman kanak-kanak PAUD Jateng adalah sebagai berikut:
1.      Mencetak manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.      Menumbuhkan kepribadian yang mampu berkompetensi secara global.
3.      Menumbuhkan  kepribadian yang berwawasan kebangsaan yang luas.
4.      Menyiapkan anak untuk memasuki jenjang pendidikan dasar.

                                                                    


BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A.    STRUKTUR KURIKULUM

Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta pembelajaran. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran pada satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standart isi. Kegiatan pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum.
a.         Struktur kurikulum Taman Kanak-kanak TK PAUD Jateng meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang  pendidikan pada usia anak 4-6  tahun. Struktur kurikulum TK disusun berdasarkan standart kompetensi lintas kurikulum dan standart kompetensi TK/RA yang meliputi aspek pengembangan pembiasaan dan pengembangan kemampuan dasar, yaitu aspek:
1.      Moral dan nilai-nilai agama.
2.      Sosial, emosional dan kemandirian.
3.      Berbahasa.
4.      Kognitif.
5.      Fisik/ motorik.
6.      Seni.
b.        Kegiatan pengembangan diri yang dikembangkan di taman kanak-kanak PAUD Jateng Kota Semarang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekpresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ektra kurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pegembangan karir peserta didik.
c.         Jam pelajaran efektif perhari 2,5 jam ( 150 menit ) dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 30 menit, dengan rincian sebagai berikut :
1.      Kegiatan pembukaan     : 30 menit.
2.      Kegiatan inti                  : 60 menit.
3.      Istirahat                          : 30 menit.
4.      Kegiatan penutup           : 30 menit.
d.        Minggu efektif dalam satu  tahun pelajaran ( dua semester ) adalah 34 minggu, tiap semester terdiri dari 17 minggu.





Tabel struktur kurikulum TK PAUD Jateng adalah sebagai berikut:

Komponen
Kelas dan Alokasi Waktu
Kelompok A
Kelompok B
A.      Bidang Pengembangan Pembiasaan Moral Dan nilai-nilai agama, sosial, Emosional dan Kemandirian.    
PENDEKATAN TEMATIK
PENDEKATAN
TEMATIK
B.       Bidang Pengembangan kemampuan dasar.
     1. Berbahasa
     2. Kognitif
     3. Fisik/motorik.
     4. Seni
Alokasi waktu per minggu
15 jam
15 jam


B.     MUATAN KURIKULUM

1.        Muatan kurikulum terdiri dari: Bidang pengembangan Pembiasaan dan 4 bidang kemampuanDasar, dengan rincian sebagai berikut:
1.1.Bidang Pengembangan Pembiasaan.
1.1.1. Moral dan nilai-nilai agama.
Dari aspek perkembangan moral dan nilai-nilai-nilai agama diharapkan akan meningkatkan ketaqwaan anak terhadap Tuhan yang Maha Esa dan membina sikap anak dalam rangka meletakkan dasar agar anak menjadi warga negara yang baik.
1.1.2.  Sosial, Emosional dan Kemandirian.
Dari aspek perkembangan sosial dan kemandirian dimaksudkan untuk membina anak agar dapat mengendalikan emosinya secara wajar dan dapat berinteraksi dengan sesamanya maupun dengan orang dewasa dengan baik serta dapat menolong dirinya sendiri dalam rangka kecakapan hidup.
1.2.    Bidang  Pengembangan Kemampuan Dasar, meliputi:
1.2.1. Kemampuan Berbahasa.
Pengembangan ini bertujuan agar anak mampu mengungkapkan pikiran melalui bahasa yang sederhana secara tepat, mampu berkomunikasi secara efektif dan membangkitkan minat untuk dapat beebahasa Indonesia.
1.2.2.  Kemampuan Kognitif.
Pengembangan ini bertujuan mengembangkan kemampuan berfikir anak untuk dapat Mengolah perolehan belajar, dapat menemukan bermacam-macam alternatifpemecahan masalah, membantu anak untukmengembangkankemampuan logika matematikanya dan pengetahuan akan ruang dan waktu, serta mempunyai kemampuan untuk memilah-milah, mengelompokkan serta mempersiapkan pengembangan kemampuan berpikir teliti
1.2.3.  Kemampuan Fisik/ Motorik.
Pengembangan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih gerakan kasar dan koordinasi, serta meningkatkan ketrampilan tubuh cara hidup sehat sehingga dapat menunjang pertumbuhan jasmani yang kuat, sehat dan terampil.
1.2.4.  Kemampuan Seni.
Pengembangan ini bertujuan agar anak dapat dan mampu menciptakan sesuatu berdasarkan hasil imajinasinya, mengembangkan kepekaan dan dapat menghargai hasil karya seni yang kreatif.

C.    MUATAN LOKAL

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas daerah, yang materinya tidak dapat dikelimpokkan kedalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan.

Adapun muatan lokal yang akan dilaksanakan atau di selenggarakan di Taman kanak-kanak PAUD Jateng adalah sebagai berikut :

1.        Mata pelajaran bahasa Jawa
Bahasa jawa adalah bahasa daerah dan bahasa ibu masyarakat di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya. Karena perkembangan tehnologi dan peradapan di masyarakat lambat laun keberadaan bahasa ini semakin dilupakan oleh masyarakat. Sebagai upaya agar kekayaan budaya dan adat istiadat ini tidak pudar dan tetap dipelihara oleh masyarakat, maka Taman kanak-kanak PAUD Jateng berupaya untuk menjaga dan memelihara agar tetap eksis dan menumbuhkan jiwa cinta budaya.
Implementasi penggunaan bahasa Jawa di TK PAUD Jateng dilaksanakan pada setiap hari Kamis, dengan cara semua kelas dalam menyampaikan materi/ kegiatan menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa pengantar.

2.        Mata pelajaran bahasa Inggris
Sebagai upaya untuk mengenalkan keanekaragaman bahasa kepada anak diluar bahasa ibu, Taman Kanak-kanak PAUD Jateng memberikan kegiatan tambahan berupa bahasa Inggris.
Ragam dan bentuk penyampaianya melekat pada semua bidang pengembangan yang ada di taman kanak-kanak.
Tujuan pemberian kegiatan bahasa Inggris ini adalah untuk mengenalkan aneka ragam bahasa sedini mungkin dan anak dapat menguasai kosa kata (vocabullary), yang dapat dijadikan bekal untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.




3.        Kegiatan Pengembangan Diri.
Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru ( wali murid ). Pegembangan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada pesserta didik untuk mengembangkan dan mengekpresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan  pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk ekstrakurikuler.

Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik.

Berdasarkan kondisi obyektif Taman Kanak-kanakPAUD Jateng dan kebutuhan dari masyarakat sekitar maka, kegiatan pengembangan diri yang dipilih dan ditetapkan adalah sebagai berikut:
a.         Mengembangkan  kegiatan keagamaan sesuai dengan keyakinan.
1.        Tujuan:
Ø  Menanamkan dan mengembangkan akidah dan akhlak anak didik.
Ø  Mengenalkan baca tulis huruf hijaiyah.
Ø  Menambah / memberikan hafalan doa dan surat pendek.
2.        Bentuk kegiatan
2.1   Taman Pendidikan Al-Quran/ TPA.
2.1.1        Pengenalan huruf hijaiyah
2.1.2        Pondok Romadhon
2.1.3        Latihan berzakat fitrah.
2.1.4        Peringatan Hari Besar Agama
2.1.5        Hafalan Surat-surat Pendekatan
2.1.6        Hafalan doa-doa.
2.1.7        Latihan Qurban..
2.2  Kegiatan kerohanian bagi non muslim ( kristen ).
2.2.1        Pengenalan agama kristen.
2.2.2        Bakti sosial ( Social comunity ).

b.        Mengenalkan sempoa junior.
Tujuan:
Ø  Meningkatkan kemampuan anak dalam bidang pengembangan kognitif, khususnya dalam hal  pengenalan matematika sedini mungkin.
Ø  Melatih anak berhitung cepat.

c.         Kegiatan kesenian
1.    Tujuan:
1.1      Mengenalkan berbagai macam kebudayaan / multi kultural.
1.2      Melatih anak mencintai hasil karya sendiri.
1.3      Menumbuhkan jiwa kompetitif dan kreatifitas yang tinggi.
1.4      Memupuk bakat dan talenta anak.

2.    Bentuk kegiatan
2.1      Seni Tari
2.1.1    Tari Jawa Klasik.
2.1.2    Tari Kreasi baru.
2.2      Seni lukis
2.2.1    Seni mewarnai gambar.
2.2.2    Tehnik menggambar/ melukis.

D.    MEKANISME PELAKSANAAN

1.        Kegiatan Pengembangan diri dilaksanakan di luar jam pembelajaran melalui Ektrakurikuler yang dibina oleh guru, pelatih, yang memiliki kualitas  yang baik berdasarkan surat keputusan Kepala Sekolah.

2.        Jadwal kegiatan

NO
Jenis Kegiatan
Hari
Waktu
1
Keagamaan
- TPA (Taman Pendidikan Alqur’an)
- Kegiatan Rohani

Selasa dan Rabu

07,00 - 08,00
2
Kesenian
- Seni Lukis
- Seni Tari

Sabtu

09,30 - 11,00
3
Sempoa Junior
Senin dan Kamis
09,30 - 11,00

3.         Alokasi Waktu.
Kegiatan pengembangan diri ( terprogram ) diberikan  pada kelompok A dan kelompok  B dengan  alokasi waktu 2 jam pelajaran ( ekuivalen 2 x 30 menit ).

4.        Pengembangan diri yang berhubungan dengan bimbingan pribadi, sosial, belajar dan karier dilaksanakan dalam program Bimbingan Konseling yang pelaksanaanya terpadu dan diluar proses pembelajaran.

E.     METODE PEMBELAJARAN

Metode pembelajaran yang bisa digunakan di Taman Kanak-kanak antara lain adalah sebagai berikut :
1.      Metode bercerita.
2.      Metode bercakap-cakap.
3.      Metode Tanya jawab.
4.      Metode Karya wisata.
5.      Metode Demontrasi.
6.      Metode Sosiodrama atau bermain peran.
7.      Metode Eksperimen.
8.      Metode Proyek.
9.      Metode Pemberian tugas.

F.     MODEL PEMBELAJARAN

Model pembelajaran yang diterapkan adalah sebagai berikut :
1.        Pembelajaran kelompok dengan kegiatan sudut pengaman.
a.    Pembelajaran kelompok dengan sudut-sudut kegiatan.
1.      Sudut keluarga.
2.      Sudut alam sekitar dan pengetahuan
3.      Sudut Pembangunan.
4.      Sudut Kebudayaan.
5.      Sudut ke Tuhanan.
b.    Pembelajaran Berdasarkan Minat.
1.      Area Agama.
2.      Area Balok.
3.      Area Berhitung / Matematika.
4.      Area IPA.
5.      Area Musik.
6.      Area  Bahasa.
7.      Area Membaca dan Menulis.
8.      Area  Drama.
9.      Area Pasir.
10.  Area Seni dan Motorik.
c.     Pembelajaran melalui sentra-sentra.
1.      Sentra persiapan.
2.      Sentra Imtaq.
3.      Sentra  Seni.
4.      Sentra  Alam sekitar.
5.      Sentra Balok.
6.      Sentra Main Peran.
7.      Sentra Olah tubuh.

G.    PENILAIAN

Dalam melaksanakan penilaian, alat dan cara yang digunakan antara lain :
1.      Observasi.
2.      Catatan anekdot.
3.      Percakapan.
4.      Penugasan.
5.      Unjuk kerja.
6.      Hasil karya.

Data penilaian dengan berbagai alat dan cara tersebut diatas dikumpulkan dan didokumentasikan dalam bentuk portofolio. Berdasarkan data tersebut guru melakukan analisis untuk memperoleh kesimpulan tentang gambaran akhir perkembangan anak berdasarkan semua indikator yang telah ditetapkan setiap semester. Kegiatan pengembangan diri dinilai secara kualitatif dan dilaporkan secara berkala kepada kepala sekolah dan orang tua masing-masing.

H.    PENGATURAN-PENGATURAN

1.      Pengaturan Beban Belajar.
Kelas
Satu jam pembelajaran tatap muka/menit
Jumlah jam pembelajaran per minggu
Minggu efektif per tahun ajaran
Waktu pembelajaran/ jam pertahun
A
30
15
34
510 jam
( 30. 600 menit)
B
30
15
34


2.    Pindah Kelompok.
Peserta didik dinyatakan pindah kelompok ketingkat yang kebih tinggi apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a.         Usia anak sudah memungkinkan untuk mengikuti kegiatan di kelompok yang lebih Tinggi dengan generalisasi sebagai berikut:
1.      Kelompok persiapan ( Play Gruop ) : 3 – 4 tahun.
2.      Kelompok A                                      : 4 – 5 tahun
b.        Anak sudah memiliki kemampuan yang dimiliki oleh kelompok usia di atasnya.

3.    Pindah Sekolah
Sekolah dapat menentukan persyaratan pindah / mutasi siswa sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah, yang mecakup hal-hal sebagai berikut:
a.         Mutasi/ pindah sekolah dapat di laksanakan atas dasar permohonan dari wali murid yang ditujukan kepada kepala sekolah.
b.        Laporan hasil belajar siswa ( LHBS ) dari sekolah asal disesuaikan dengan bentuk Raport yang digunakan di sekolah tujuan.

4.    Kriteria Tamat Belajar.
Peserta didik dapat dinyatakan tamat belajar apabila memenuhi syarat sebagai berikut:
a.         Usia peserta didik sudah memasuki usia sekolah dasar / wajib belajar.
b.        Tingkat perkembangan kemampuan anak.
c.         Telah mengikuti proses pembelajaran sampai kelompok B.

5.    Pendidikan Kecakapan Hidup
Pembelajaran yang diarahkan untuk mengembangkan kecakapan hidup dan dilakukan secara terpadu baik melalui pembiasaan maupun pengembangan kemampuan dasar yang berguna bagi kelangsungan hidupnya. Contoh kegiatan pendidikan kecakapan hidup adalah sebagai berikut:
a.       Program menggosok gigi yang dilaksanakan setiap hari Sabtu.
b.      Program Jumat bersih yang dilaksanakan setiap hari jumat pagi.
c.       Program makan bersama setiap satu bulan sekali.
d.      Dan lain-lain.

6.    Ketuntasan belajar.
Peserta didik dianggap tuntas belajar jika memenuhi kriteria ketuntasan belajar minimal sebagai berikut :
a.     Bisa mengurus dirinya sendiri.
b.     Bisa bersosialisasi dengan lingkungan.
c.     Usia sudah memasuki usia pendidikan dasar.
d.     Menyelesaikan seluruh program pengembangan


                      
http://binnusa.blogspot.com
 


Share:

Sunday, 4 November 2018

Contoh Penulisan Artikel Faktual Berdasarkan Peristiwa Umum


Hampir Setiap Tahun Pesawat Jatuh menelan korban, ada apa dengan dunia penerbangan Indonesia?

 

  

Tragedi jatuhnya pesawat membuat dunia penerbangan Indonesia kembali dirundung pilu. Senin 29 Oktober 2018 pesawat Lion Air JT610,  take off  dari landasan pacu bandara internasional Soekarno Hatta tepat pukul 06.20 WIB, namun  beberapa menit  kemudian pilot menghubungi petugas bandara meminta agar penerbangan dibatalkan dan kembali kebandara karena merasa  ada kejanggalan. Para petugas bandara pun  cepat menanggapi permintaan tersebut, namun setelah ditanggapi  15 menit kemudian  pesawat menghilang dari pantauan radar dan pihak  bandara menduga pesawat  dalam masalah serius kemudian dinyatakan hilang kontak.

             Setelah berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengenai kejadian tersebut maka pada senin pagi pesawat diduga jatuh diperairah Tanjung Karawang Jawa barat. Pencarian bangkai pesawat yang mengangkut penumpang  178 orang dewasa, 1 anak, dan 2 bayi, serta 7 awak pesawat lainnya pada hari ke tiga s.d hari ke empat sudah menemui titik terang hingga pada hari ke lima  telah ditemukannya kotak hitam oleh tim penyelam dan selanjutnya Pihat KNKT tentunya akan bekerja keras mengungkap penyebab tragedi ini. Hal ini merupakan pukulan yang  yang menyisakan luka dan duka yang teramat mendalam bagi keluarga, Kerabat, sahabat korban dan juga masyarakat indonesia, bahkan banyak pihak yang mengungkapan rasa prihatin dan turut berbela sungkawa dengan mendatangi keluarga korban.

            Jatuhnya pesawat  di dunia penerbangan Indonesia terjadi bukan kali ini saja. Pada  30 Juni 2015, Pesawat Hercules C-130 type Lockheed C-130 milik TNI AU jatuh di Padang Bulan, Kota Medan hanya beberapa menit setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Soewondo. Kemudian 28 Desember 2014 Pesawat Air Asia Indonesia QZ8501 rute Surabaya-Singapura hilang kontak setelah sekitar 50 menit lepas landas dari Bandara Juanda Surabaya mengangkut 155 penumpang dan 7 kru dan tidak satu pun selamat. Lalu pada 9 Mei 2012 Sukhoi Super jet 100 Pesawat lepas landas (take-off) dari Bandar Udara Halim Perdana kusuma, jatuh di ­Gunung Salak, Bogor, saat sedang melakukan uji coba terbang (joy flight) mengakibatkan seluruh penumpang tewas.
Sebelumnya pun yaitu pada 7 Mei 2011, Merpati 8968, sebanyak 25 orang dinyatakan tewas dalam kecelakaan tersebut, pesawat  jatuh di dekat Bandara Utarom, Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Selang dua tahun sebelumnya yakni pada 2 Agustus Tahun 2009, Merpati Nusantara Airlines 9760D Pesawat berjenis DHC 6 Twin Otter milik Maskapai Merpati ­Nusantara Airlines dengan nomor penerbangan 9760 adalah penerbangan komersial antara Jayapura menuju Oksibil.
Dalam sepuluh tahun terakhir rata-rata satu pesawat jatuh setiap tahunnya, jika hal ini terus terjadi tampa ada solusi nyata maka dunia penerbangan Indonesia  makin menghawatirkan. Kecenderungan penyebab jatuhnya pesawat, dikarenakan kerusakan pada pesawat, sistem perawatan, intensitas penerbangan yang terlalu tinggi, lemahnya sistem pengawasan dan kelalaian. Setiap insiden jatunya pesawat rata – rata disebkan karena terdapat kerusakan pada mesin pesawat, hal ini terjadi bisa karena kondisi pesawat yang sudah tidak layak terbang, minimnya perawatan berkala. Semoga kedepan dunia penerbanagan Indonesia semakin membaik sehingga tidak ada lagi korban dimana nyawa manusia hilang sia-sia karena unsur kelalaian.
Semoga artikel ini bermanfaat.
Share:

Thursday, 29 March 2018

CPNS Di SSCN Tahun 2018 dan Petunjuk Pendaftaran - pkbm binusa

CPNSNews.Com ~ Info Pendaftaran CPNS 2018 di SSCN.BKN.Go.Id Petunjuk Lengkap | SSCN BKN adalah website resmi pendaftaran dan pengumuman CPNS tahun 2018, sedangan CPNSnews.Com mengabarkan info terkini mengenai tes CPNS 2018 baik jadwal CPNS pelamar umum maupun Jadwal CPNS Honorer K2 yang hingga saat ini belum ada jadwal yang disusun oleh pihak panitia.

Rencana formasi CPNS 2018 Pelamar umum dan Honorer K2

Dalam pelaksanaannya nanti sebelum tanggal tes CPNS 2018 ditentukan dan juga jumlah atau kuota dari formasi CPNS Daerah diumumkan maka ada info penting yang ada baiknya dipantau perkembangannya yakni mengenai rincian yang akan dibuka dalam pelaksanaan tes CPNS 2018 tahun ini yang akan didominasi oleh 2 formasi baik itu pelamar umum dan juga honorer K2 sedangkan tambahan lainnya adalah PTT dan juga Sekolah kedinasan.

Belum ada informasi resmi mengenai pengangkatan tenaga honorer k2 2018 hingga 2019, untuk info terbaru dan formasi detail silahkan cek di formasi CPNS.

Perlu diketahui oleh sobat CPNSNews.com bahwa situs resmi CPNS hanya di SSCN.BKN.Go.Id  artinya setiap info bukaan CPNS tentu akan dikabarkan melalui web resmi tersebut, seperti halnya bukaan CPNS sebelumnya.

sscn bkn menpan 2018


Info Persetujuan dan Hasil Keputusan Menpan Panselnas mengenai Formasi yang ditetapkan

Setelah melalui beberapa tahapan dan juga kajian yang mendalam selanjutnya tindak lanjut dari info perkembangan usulan formasi yang diajukan adalah dengan adanyan info terbaru mengenai hasil keputusan tentang apa saja formasi yang berhasil mendapatkan persetujuan oleh pihak Menpan dan Panselnas CPNS 2018.

Pada tahapan ini info yang berasal dari panitia CPNS 2018 (Panselnas) akan diteruskan per daerah-daerah yang nantinya akan diberikan kebijakan sesuai dengan kebutuhan pegawai di masing-masing daerah tersebut hingga tiba waktu resmi pendaftaran tes CPNS 2018.

Info bukaan CPNS 2 Gelombang di tahun 2017 dan CPNS 2018 di awal tahun

Bagi yang di tahun 2017 lalu mengikuti perkembangan info CPNS atau bahkan ikut dalam pendaftaran CPNS yang dibuka maka sudah tentu setidaknya tahu mengenai tingkat persaingan untuk bisa lulus CPNS.

Permbukaan pertama yakni CPNS Kemenkumham dan Mahkamah Agung yang mana pada saat pendaftaran kedua website resmi tersebut down akibat diserbu pengunjung dan diakhir penutupan ada 1.137.731 orang pelamar yang mayoritas memilih Kemenkumham.

Dan tak mau kalah jumlah maka di bukaan gelombang kedua yang berlangsung pada 61 Instansi pemerintah baik itu Kementerian maupun non kementerian menampung 1.295.925 orang, memang sebagian besar pelamar telah ikut dalam seleksi CPNS gelombang pertama sehingga pada gelombang kedua jumlahnya sedikit berkurang.

Jadi total semuanya di bukaan CPNS sebelumnya baik itu gelombang 1 maupun 2 adalah 2.433.656 orang dengan memperebutkan 37.138 formasi. Berarti, kalau dirata-ratakan, satu formasi/jabatan diperebutkan oleh 65,5 pelamar.
Jumlah pendaftar CPNS tahun 2017 lalu mendekati jumlah pelamar CPNS secara online pada pada tahun 2014 yang mencapai 2.603.780 orang, dan sempat tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI).

Saat itu, pemerintah membuka lowongan sebanyak 65 ribu formasi CPNS, terdiri dari 25 ribu formasi CPNS untuk instansi pemerintah pusat, dan 40 ribu formasi untuk pemerintah daerah. Ketika itu tingkat persaingan berada di angka 1:40.

Lalu bagaimana dengan CPNS 2018???

Kemungkinan bisa lebih banyak lagi, dan yang lulus adalah yang terbaik dengan nilai tes CAT CPNS tertinggi diantara banyaknya peserta.

Apakah salah satunya itu adalah Anda? Mari kita usahakan terlebih dahulu dengan ikut seleksi secara sungguh-sungguh.

Berikut keterangan Menpan mengenai bukaan CPNS 2018.

"November Desember sudah kita ajukan, awal tahun kita buka rekrutmen," imbuhnya.

Menteri Asman menambahkan, sampai saat ini, jumlah pegawai pensiun sudah mencapai 220.000 pegawai. Namun, pemerintah hanya akan membuka 50 persen sampai 60 persen dari jumlah yang pensiun.

"Awal tahun diharapkan sudah diumumkan," ucapnya.

Info Tanggal Resmi Pendaftaran CPNS 2018 Setiap Daerah

Setelah info persetujuan itu sampai ke daerah-daerah yang menyelenggarakan tes CPNS 2018 maka selanjutnya adalah info pengumuman tanggal resmi tenntang kapan pendaftaran CPNS 2018 untuk setiap daerah dimulai, nah pada saat ini waktu pendaftaran akan terbatas sehingga harus cekatan untuk menyimak perkembangan informasi yang ada.

Saat waktu pendaftaran berakhir ada jeda beberapa lama untuk mempersiapkan diri sebelum tiba jadwal resmi dan tempat pelaksanaan tes seleksi CPNS 2018 dengan menggunakan sistem CAT Online yakni soal tes berada pada software komputer yang ada kemudian hasilnya pun akan bisa segera diketahui hanya beberapa saat setelah soal berhasil diselesaikan.

Info terbaru silahkan cek Jadwal Pendaftaran CPNS 2018

Cara Mendaftar CPNS 2018 di web SSCN BKN

Sebenarnya ada 2 cara yang bisa dilakukan untuk melakukan pendafataran atau registrasi online agar bisa ikut serta dalam tes CPNS 2018, dan berikut langkah serta tata cara mendaftarkan diri dalam pelaksanaan tes CPNS 2018 yang akan datang.

Cara lengkap registrasi online tes CPNS 2018
  1. Calon pelamar wajib membuka portal CPNS 2018 www.panselnas.menpan.go.id dan mencari info: a). Melihat pengumuman formasi jabatan untuk Instansi yang ingin dilamar dan juga syarat pendaftarannya.b). Mendaftarkan NIK, Nama, Tanggal lahir, dan Email aktif. c). Memilih Instansi yang dilamar.
  2. Pelamar akan mendapat email balasan dari portal CPNS 2014, berupa User Name, Password dan Link Regristasi online dari Instansi yang dilamar.
  3. Pelamar masuk ke portal www.sscn.bkn.go.id login dengan User Name dan Password yang dikirim portal CPNS 2018 ke Email yang telah didaftarkan. a). Pelamar dapat melihat pengumuman dan persyaratan pendaftaran untuk Instansi yang telah dilamar. b). Pelamar mengisikan Biodata Pelamar. c). Memilih Kualifikasi Pendidikan dan Formasi Jabatan yang dilamar (Maksimal 3 Formasi Jabatan sesuai Kualifikasi Pendidikan). d). Mencetak kartu regristasi SSCN.
  4. Pelamar melakukan pemberkasan berdasarkan syarat pendaftaran masing - masing Instansi dan diwajibkan pula menyertakan kartu regristasi SSCN untuk di verifikasi.
Demikianlah mengenai Info CPNS 2018 Info Pendaftaran CPNS 2018 di SSCN.BKN.Go.Id Petunjuk Lengkap

Share:

Thursday, 15 March 2018

Pemasangan Playing Fox Alam Binusa Outbound Rantauprapat Labuhanbatu

Pemasangan Playing Fox Alam Binusa Outbound

Playing Fox kini mulai dikenal luas dikalangan masyarakat sebagai alternatif kegiatan alam yang memacu adrenalin. Playing Fox pada umumnya merupakan salah satu bagian dari kegitan outbound yang dilakukan dialam terbuka/bebas. Rangkaian dari program training/pelatihan pengembangan SDM dan atau yang lainya biasanya dilaksanakan dengan kegiatan alam seperti playing fox. Cara meinya para peserta akan meluncur dari ketinggian tertentu menggunakan menggunakan alat lintangan jalur wire baja/sling menggunakan alat katrol/pully luncur, yang dikoneksikan ke harnes/webing yang melakat pada tubuh peserta melalui carabiner, kemudian meluncur dengan kecepatan yang telah disetting oleh instruktur. Kurang lebih gambaranya seperti itu lah, lebih lengkapnya bisa dibaca disini.

Bagaimana memasang instalasi playing fox untuk daerah dengan kondisi geografis seperti di sumatera ini, khususnya di labuhanbatu, sedikit kita kupas disini.

1.  Analisa Arena 
Pemilihan arena sangat penting, karena kondisi geografis setiap daerah berbeda, sedangkan playing fox harus dipasang pada lokasi yang memiliki kemiringan yang relatif curam, memiliki tiang ancor yang kuat baik yang telah disedian alam seperti pohon, cadas, tebing atau lainya maupun ancor yang dibuat secara permanen atau betonase. Jika pemasangan diikatkan dipohon, maka pilihlah pohon yang kuat, pilih jenis pohon tanaman keras yang berakar serbut tunggal, tunggal seperti pohon kiara, beringin, pokonya pohon yang kuat lah, jangan yang akar serabut, seperti pohon kelapa, pohon sawit atau yang sejenisnya.

2. Pemilihan Alat 
Playing Fox memiliki resiko yang sangat tinggi, seperti terpeleset, jatuh, lebah pengaman, putus kabel lintasan, tumbang ancor tiang baik ancor dari pohon maupun dari beton, sehingga pemilihan alat dan bahan harus yang serus. Beberapa alat Flaying fox yang hatus menggunakan kualitas terbaik adalah :
Pertama Wire/Sling yang full baja, alat ini berfungsi sebagai jalur lintasan yang panjangnya bisa 50-2000 meter, diameter 10mm untuk wire utama dan 8mm untuk wire pengaman, jadi jalur lintasan ini dipasang 2 atau 3 wire baja supaya aman. 
Kedua adalah Fully Tendem/Single (Katrol)
Pully/Katrol yang menempel dikabel wire tadi, dia berfungsi sebagi roda lintasan, gunakan fully yang doble atau fully tendem supaya aman, tidak mesti barang import kalo budget anda terbatas, gunakan yang lokal saja tetapi memiliki SNI. Kemudian untuk fully wire safety jika budgetnya terbatas tidak perlu yang infor juga gunakan yang lokal dan gunakan yang single, tapi lebih baik dan lebih aman yang tendem/duble, keduanya memiliki kavasitas beban 1 -1,5 ton beban untuk beban horijontal dan 500-100 kg untuk beban vertikal.
Ketiga Carabiner
Kunci pengaman dan conector sling dengan katrol. Carilah carabiner yang benar-benar kuat. Fungsi carabiner adalah sebagai pengaman yang menghubungkan badan dengan tali webing yang digantung pada Fully Tendem/Single (Katrol).
Keempat Figure Eight
Figure Eight : Alat safety and belayer, sangat diperlukan, terutama biasanya untuk melakukan pengereman
Keempat Seat Harness
Seat Harness : Alat pengaman tubuh dari ikatan tali. Ada bermacam-macam harness. Mulai dari produk lokal sampai produk import bermerk seperti PETZL, CAMP, BEAL. Pilihlah harness yang bagus. Agar peserta outbound training anda merasa aman dan nyaman.
Kelima Carmantel
Carmantel (Ropes) Dynnamic & Static : Adalah tali yang memiliki daya kelenturan sampai 30% dan memiliki kekuatan beban ningga 2 ton. Sangat cocok dipakai untuk repeling, tali pengaman, maupun tasli utama.
Keenam adalah Helm
Alat pelindung ini sangat penting untuk keamanan ketika terjadi benturan pada saat meluncur atau pendaratan, gunakan helm yang SNI.
Ketujuh Stopert Bilay
Alat ini sangat mebantuk untuk kontrol kecepatan luncuran dan mengentikan tekanan ketikan pendaratan, sehingga luncuran maksimal dan pendaratan sempurna.

3. Teknik Pemasangan Anchor:
Pemasangan tali sebagai anchor, Sebelum kita mengatur ketegangan tali, kita harus menambatkan salah satu ujung tali terlebih dahulu. Kita akan menggunakan sebuah simpul yang dinamakan sebagai “Simpul Tiang”Pengaturan ketegangan tali. Setelah salah satu ujung tali tertambat, kita akan melanjutkan ke langkah berikutnya, yaitu: 
menambatkan sisi yang lain. Kita harus membuat simpul pita terlebih dahulu sebagai tambatan. Berikut adalah langkah langkah dalam pembuatan simpul pita: Buatlah simpul tali biasa (overhand loop) pada salah satu ujung webbing. Lalu ikutilah bentuk tersebut namun dari sisi yang lain dari webbing, sehingga webbing akan terhubung menjadi satu dengan kedua ujung simpul terpisah ke dua arah yang berbeda. Pada pohon tambatan, buatlah anchor/ jangkar, dengan membuat sebuah ikatan/ simpul biasa pada pohon tersebut. Ikatlah sebanyak 2 kali pada pohon tersebut, kemudian pasanglah carabiner/ cincin kait pada ujung simpul yang menjuntai.  Masukan  tali cermantel pada carabiner Buatlah satu buah simpul lagi serupa dengan yang telah dibuat. Buatlah “simpul prusik” menggunakan tali prusik pada sisi tali yang berada di atas. Masukkan carbiner di ujung prusik tersebut dan sangkutkan pada tali yang berposisi di bawah. Anchor akan berbentuk kita tinggal menarik tali tersebut hingga mencapai ketegangan yang cukup. Prinsip kerek seperti ini dikenal dengan nama “Z-Drag”. Setelah dicapai ketegangan yang cukup, kita tinggal menambatkan saja ujung tali yang telah tegang. Secara umun dan dasar kurang lebih seperti itulah instalasinya. Semoga Artikelnya bermanfaat.

Share:

Total Pageviews